Datok Bagu Sang Pengabdi: Mengenang 40 Hari Wafatnya TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin (1936-2026)

  • Penulis:
    Masnun Tahir, Adi Fadli, Hasan Basri Marwah, Fahrurrozi, Muhammad Ahyar Fadly, Murdan, Sudirman, Baiq Mulanah, L. Khothibul Umam, Ngatawi al-Zastrouw, Ahmad Amir Aziz, Ansori, Mansur Ma’shum, Baiq El Badriati, Muhammad Harfin Zuhdi, Mohamad Iwan Fitriani, Lubna, Maimun Zubair, Muhamad Saleh Ending, Ahmad Muhasim, Riduan Mas’ud, Muhammad Subki Sasaki, Syamsuddin Sirah, M. Zaidi Abdad, Lalu Ahmad Zaenuri, Fathurrahman Jr., Lukman Hakim, Kadri, Subhan Abdullah Acim, Suprapto, Lalu Daud Nurjadi, Baehaki Syakbani, Khairunnisa, Lalu Rahmat Ramdani, Gilang Aji Pratama, dan Samsuddin Aziz.
  • Editor:
    Prof. Dr. TGH. Adi Fadli, M.Ag.
Category:

Tidak semua pengabdian berakhir ketika kehidupan seseorang berhenti. Ada ilmu yang terus diwariskan, ada lembaga yang tetap berdiri, ada generasi yang melanjutkan perjuangan, dan ada keteladanan yang senantiasa hidup dalam ingatan umat.

Datok Bagu Sang Pengabdi: Mengenang 40 Hari Wafatnya TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin (1936–2026) menghadirkan kisah perjalanan hidup seorang ulama kharismatik dari Lombok yang mendedikasikan kehidupannya untuk agama, pendidikan, dan kemaslahatan masyarakat. Berawal dari pendidikan agama di lingkungan keluarga dan pengembaraan ilmu hingga ke Tanah Suci Makkah, beliau kembali ke tanah kelahirannya dengan membawa semangat untuk membangun umat melalui ilmu dan pengabdian.

Perjalanan beliau ditandai dengan berdirinya Pondok Pesantren Qamarul Huda pada 1963, pengembangan berbagai jenjang pendidikan, serta kontribusi dalam membangun tradisi keilmuan Islam di Nusa Tenggara Barat. Kiprahnya dalam Nahdlatul Ulama hingga dipercaya menjadi Mustasyar PBNU, serta perannya sebagai pembimbing spiritual dan mursyid tarekat, semakin menegaskan luasnya pengabdian beliau kepada umat.

Buku ini menghimpun beragam tulisan yang merekam perjalanan hidup, pemikiran, perjuangan, dan keteladanan Datok Bagu dari berbagai sudut pandang. Lebih dari sekadar mengenang kepergian seorang tokoh, buku ini menjadi ruang untuk memahami warisan perjuangan yang telah ditinggalkan sekaligus sumber inspirasi bagi generasi penerus.

Datok Bagu telah berpulang, tetapi pengabdiannya tidak pernah usai. Ilmu yang diwariskan, pesantren yang dibangun, murid-murid yang dibimbing, dan nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan akan terus menjadi bagian dari perjalanan umat dan sejarah Islam di Lombok.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Datok Bagu Sang Pengabdi: Mengenang 40 Hari Wafatnya TGH. L. M. Turmudzi Badaruddin (1936-2026)”

Your email address will not be published. Required fields are marked *